Posted by : Yasep Atmaja Minggu, 23 Maret 2014


Hari itu hari pembagian nilai yang sudah kami buat sedemikian rupa pada semester ini. Ya seperti biasa hasil nilai ku cukup memuaskan untuk membuat teman-teman ku tertawa, entah harus senang atau sedih melihat buku rapor ku yang lumayan menggelikan dgn nilai tidak jauh dari standar. Aku bahkan lupa semester berapa itu, tetapi aku ingat kejadian setelahnya...


Pada malam sebelum hari itu, dia menelpon ku,"iya kenapa tan"jawab ku biasa."egk pa2 ko." Aku jadi teringat beberapa hari sebelumnya dia menelpon ku sambil menangis karena perpisahan dengan pasangannya yang sudah berhubungan cukup lama. Tania, iya dia, dia malam itu mencoba menembak ku?"kamu tau kn kita udah lama temenn dan itu yg membuat kita deket,aku suka sama kamu!" antara kaget dan merasakan ada hal yang aneh di dalam dirinya. Aku tidak menjawab, aku perlu berfikir dan mengamati apa yang terjadi disini. Aku tahu dia baru saja putus dari pacarnya,lalu dia langsung mengatakn itu?memangnya aku apa?pelarian cinta mu?tetapi bagaimana jika semua yang ia katakan itu benar?aku mempertimbangkan semua kesempatan dan besar presentase dari setiap kesempatan itu, tapi di lain sisi aku ingin membuatnya tersenyum bukan menangis seperti hari-hari kemarin. Mungkin aku hanya harus mencoba setiap kesempatan. "iyaa,mau kan jadi pacar ku?" ucapku setelah beberapa hari aku membisu dalam diam. Hadeh, entah kenapa aku mengucapkan itu,tapi yasudah lah aku ingin melihat orang lain bahagia karena aku dgn cara apapun.

Yahh kita pacaran layaknya sepasang pasangan yang cacat,kita gk pernah jalan bareng,telpon jarang,sms pun jarang,aneh kan?tapi yasudahlah aku ingin mencoba suatu hal,"hari ini aku jemput ya?" ucapku mengajak dia agar bisa berbarengan kesekolah,"udah gk usah" tolaknya dgn sopan, tetapi bujuk rayuku tidak sampai disitu saja dan ia akhirnya mau berangkat dengan ku, tapi seperti biasanya, yasudah hal ini tidak membuat hubungan kami lebih baik. Pernah suatu ketika aku pergi ke kelasnya karena kami tidak sekelas,"heh tan,kesini!" ucapku dari jauh,"heh sep,pacar mu sendiri ko kamu panggil gitu" tegur dessy teman ku, dan juga temannya. Aku juga tidak tahu mengapa itu terjadi, mungkin benar kita sudah tidak cocok satu sama lain dari awal. Setalah beberapa malam terlewat, aku memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sesungguhnya sudah lama aku simpan di otak bodoh ku,"kita putus aja ya,kita bener-bener gk cocok" telpon ku ke dia dengan nada rendah,"iyaa aku tau, maaf juga karena kemaren kamu jadi pelampiasan sakit ku" kan benar,aku tahu itu,dia hanya lari dari rasa sakitnya,aku malah senang mendengarnya. Tanpa ada tangisan, dia merasa lebih baik setelah putus dengan ku, aku bangga karena telah mengembalikan keceriaannya yang sempat hilang, biar lah aku terlihat bodoh agar seseorang tidak menangis, jujur.

Tidak sampai dua bulan kami berstatus pacar, dan kembali berstatus teman yang kami mulai dari kelas 1 sekolah menengah pertama. Lagian aku dapat menemukan satu makna tersembunyi dalam hal ini, buat lah orang tertawa selagi kamu disampingnya, ketika suatu saat dia melihat mu kembali,dia pasti berkata,"dia yang orang bisa membuat ku tertawa disaat aku jatuh"


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Statistik

Banner

Free counters!


- Copyright © Adzroo Zata -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -