Posted by : Yasep Atmaja Sabtu, 13 Juli 2013




menginjakan kaki di SMA Negri 1 Kotagajah membawa hawa yang baru setiap kalinya. merasa sangat betah seperti tinggal di suatu tempat yang tak pernah berujung dan sungguh menyenangkan. ketika itu aku
bahkan belum mengenal dia, belum tahu isyarat-isyarat yang ada dan muncul, ya beginilah aku seseorang yang sangat amat tidak peka.

hari ini hari keberangkatan anak-anak seperti ku dan yang memilih jalan yang sama seperti yang aku pilih berangkat. kami berangkat dengan niatan untuk menggali informasi yang lebih dalam rangka Study Tour ini. ya aku memilih jalan dimana hanya berputar-putar saja di lampung. tidak seperti dia yang lebih memilih untuk benar-benar menjauhi lampung. aku masih ingat dia tak luput mengajak ku untuk bersamanya waktu itu untuk mengikuti dia pergi ke bali. apadaya dana dan ijin dari ayahanda tidak merestui dan seperti inilah hasilnya. mungkin memang aku belum di takdirkan untuk lebih mengenalnya.

kami berangkat dengan menggunakan dua mobil bus biru yang cukup besar. aku duduk bersama salah satu teman yang berbeda kelas dengan aku, Ayi panggilan akrabnya. berfikir hari ini akan membosankan ternyata tidak. karena aku mendapatkan hal dan teman baru disitu. kami anak IPA satu bus dengan bermacam-macam anak dan kelas yang berbeda, sedangkan anak IPS pun begitu pula. senang rasanya bisa akrab dan berbincang dengan anak-anak yang sudah kita kenal namum belum akrab. ada nuansa beda tersendiri disini.

tempat persinggahan kami yang pertama adalah bandara Raden Intan Lampung. disana kami bak pelajar yang kehausan akan ilmu pengetahuan. mungkin itu hanya tampak dari luar, karena niat kami sesungguhnya hanyalah bermain belaka. kami mencatat dan merekam semua apa yang dilakukan sang tutor. aku tidak ingat dengan semua yang dia sampaikan, yang aku ingat hanya cuaca mempengaruhi baik buruknya penerbangan. disinilah pertama kali aku berfoto dengan anak-anak IPA 2 mungkin. di akhir sesi memang kita berfoto-foto bak kaum alay yang sekarang meraja lela.

hanya berputar-putar di bandar lampung saja seingat ku. yang aku ingat perjalanan terakhir kami yaitu ke sebuah pantai yang sudah cukup pasaran di lampung. semua biasa, semua biasa sampai waktu pulang sesuatu yang cukup menarik terjadi.

aku masih tetap duduk bersama Ayi, tapi teman satu kelasnya Lucky keluyuran seperti orang yang haus akan tempat duduk dimana dia selalu duduk berpindah-pindah. aku juga mengenal Lucky karena kami sekelas waktu duduk di kelas X dulu. dan akhirnya aku dipaksanya untuk bertukar tempat duduk. dia duduk di tempatku, dan aku di usirnya agak kedepan untuk duduk di bangkunya. lalu Izu pun muncul sebagai seseorang yang amat bersahabat waktu itu.

jujur aku baru saja mengenalnya saat ini, saat duduk bersamanya. tetapi dia berbicara seolah-olah kami sudah berteman seratus tahun lamanya. gaya bicara dan sifatnya yang sangat bersahabat membuat ku terus berbincang-bincang dengannya. seperti yang aku ceritakan tadi dia amat bersahabat dan tidak sungkan mengejek ku seperti kami sudah berteman lama. tetapi aku sadar baru mengenalnya, dan aku ingin pindah ke tempat duduk ku semula.

ketika aku mau beranjak suara kecilnya mengatakan,"jangan kemana-mana, disini aja ah". apa yang membuat dia menahanku? aku mencoba kembali beranjak dan tetap dihalanginya."yasudah iya deh, tapi ini kan tempat Lucky, aku enggak enak sama dia lo" jawabku. "Lucky, mau pindah kesini lagi gak?" teriaknya. dan entah mengapa Lucky malah menjawab "enggak". "tuh kan,udah deh enggak usah kemana-mana lagi sekarang". aku hanya terduduk lesu dan terpaksa menerima keadaan ini karena memang tidak ada bangku kosong lagi dimana-mana. izu mengajarkan ku arti pertemanan yang singkat namun erat. dan dari perbincangan yang cukup lama itu aku mengenalnya lebih dalam dan setelah perjalanan ini kami masih sering berhubungan lewat sms.

waktu berjalan cukup lama dan izu menjadi salah satu orang yang cukup istimewa karena sifatnya. menjadi salah satu teman sekaligus sahabat pada waktu itu. tetapi lama kelamaan aku sadar dia memang memiliki sifat seperti itu hampir kepada setiap orang yang di kenalnya, sangat ramah dan bersahabat. dan sejak itu aku mengurangi untuk berhubungan dengan dia dan sekarang hampir bisa dibilang tidak ada kontak sama sekali. dia masih menanggapku sahabat dan aku masih menganggapnya sahabat tidak ada yang berubah, kecuali kontak yang sudah tidak ada. dia sering menandai aku di beberapa foto yang dia unggah dan ya sebagai seorang teman aku mengomentarinya, mungkin itulah yang tersisa dari sms dan perbincangan yang sering kami lakukan dulu. izu pun menjadi pelajaran dan pengalaman yang berharga untuk ku mudah bergaul dan berteman pada siapa pun, dan mendapatkan pelajaran itu. melakukan pendekatan terhadapnya saat ini sama yang dilakukan izu saat itu. dan memang selepas menjauh dari izu aku sudah lebih menjalin komunikasi dengannya. tetapi hanya sebagai seorang teman, betapa bodohnya aku saat itu.

mungkin dia sudah sadar aku ada, dan aku sadar dia ada. tetapi aku belum sadar dia seistimewa pada saat ini, aku sadar jarak dan waktu ku untuk bersama dia sangat lah jauh dari kata dekat. tetapi aku percaya aku dapat mempertahankan dia sampai kapan pun.

bersambung....

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Statistik

Banner

Free counters!


- Copyright © Adzroo Zata -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -